Vaksinasi

Jangan Biarkan Difteria Merajalela, Merenggut Nyawa

Entah sehancur apa rasa hati ibu Anna O’Marra, ketika nyawa delapan dari sembilan anaknya harus terenggut karena difteri ketika terjadi wabah difteri pada masa itu di Kansas, USA, tahun 1903. Bayangkan, delapan! Kehilangan satu nyawa saja rasanya sudah seperti hilang separuh jiwa, apalagi delapan. Pada tanggal 10 April 1903, Julia O’Marra, salah satu putri ibu Anna, gadis berusia 9 tahun menjadi lemah, sesak, lalu bernapas satu-satu akibat selaput keabu-abuan yang meliputi tonsil dan tenggorokannya. Selaput tersebut kemudian memblok seluruh jalan napasnya sehingga akhirnya empat hari kemudian, Julia meninggal. Empat hari selanjutnya, di pagi hari Sabtu, Anastasia, 13 tahun, anak ibu…

Vaksinasi

Bahayanya Menolak Imunisasi

Mulanya, ia adalah seorang wanita yang sungguh rupawan. Namun, kecantikan itu lenyap pada usianya yang ke 26 setelah penyakit smallpox (variola atau cacar monyet) menyerangnya dan meninggalkan jejak parut alias bopeng di wajahnya. Alis wajahnya pun menghilang akibat penyakit yang sama(1). Di masanya dahulu, smallpox memang penyakit yang cukup mengerikan, penyakit infeksi pembunuh terbesar. Di akhir abad ke-18 penyakit ini telah membunuh 400.000 warga eropa per tahunnya, yang sebagian besar adalah anak-anak. Bahkan diperkirakan sekira 300–500 juta orang di abad ke-20 telah meninggal akibat penyakit ini(2). Selain memunculkan bopeng yang membuat penderitanya menjadi buruk rupa dan menyebabkan kematian, smallpox juga…

Vaksinasi

Review Buku: “Pilihan yang mematikan-Bagaimana gerakan anti vaksin mengancam kita semua”

‘Deadly Choices: How the Anti-Vaccine Movement Threatens Us All’ oleh Paul A. Offit, seorang professor pediatric dalam bidang penyakit infeksi, virology dan imunologi. Buku ini sangat recommended untuk para orangtua yang sedang bingung soal pro dan kontra imunisasi, untuk para dokter, dan juga siapapun yang berkecimpung dengan dunia kesehatan anak-anak. Sayangnya, buku ini berbahasa Inggris, baru terbit pula, jadi pasti masih sulit didapatkan di Indonesia. Berikut ini sedikit cuplikan isinya, semoga biar pun tidak bisa membaca bukunya, masih bisa mendapatkan gambaran dan mendapatkan manfaatnya. Buku ini membuat kita bisa melihat dari atas apa sih sebetulnya yang terjadi dengan dunia per-vaksinan…

Vaksinasi

John Salamone, Korban Vaksin Berhati Samudra

Marah? Kesal? Dendam dan kecewa berat sama vaccine karena KIPI nya? Jadi bencii banget sama vaksin? Wajar dong, sangat manusiawi, boleh banget koq :). Tapi kalo masih ada sedikit ruang di hati keinginan untuk meredamnya ke arah yang lebih positif, mungkin cuplikan cerita ini bisa membantu: John Salamone, Korban Vaksin Berhati Samudra   John Salamone namanya. Ia, bukan lelaki biasa. Di tahun 1990, David, anak lelakinya mendapatkan imunisasi polio. Dua minggu setelah divaksin , David tiba-tiba tak bisa membalikkan badan. David hanya mampu menggerakkan kepalanya ke depan dan belakang. Lebih parahnya lagi, David juga tak bisa menggerakkan kedua kakinya. Orangtua mana yang…